Bandung, PI – SMKN 11 Bandung yang beralamat di Jln Budhi Cilembar Kota Bandung, adalah Lembaga Pendidikan Kejuruan kelompok Bisnis Managemen, Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan program keahlian terdiri dari: Akuntasi Administrasi Perkantoran, Pemasaran, Rekayasa Perangkat Lunak (TI) dan Multimedia.
Sekolah itu sebelumnya dikenal dengan sebutan SMEA (Sekolah Menengah Ekonomi Atas) Negeri Cimahi yang juga pada sebelumnya merupakan sekolah Filial (Kelas jauh) dari SMEAN 1, Jln.Wastukencana No.2 Bandung. Kini SMKN 11 telah menepati gedung baru dengan luas areal 7000 meter persegi. Sekolah kejuruan yang didirikan pada 1968 ini, lepas dari SMEAN 1 Bandung tanggal 30 Juli1980. Hal tersebut sesuai dengan SK Menteri P & K RI No. 0207/0/1980. Namun demikian, sejalan dengan diterbitkannya SK Mendikbud No. 036, pada Mei 1997 yang mengatur penggantian nama SMEAN Cimahi berganti nama menjadi SMKN 11 Bandung. Seluruh keluarga besar sekolah ini, dikenal sebagai kelompok yang selalu berupaya secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Diharapkan, dari sekolah ini lahir tenaga kerja menengah yang memiliki sikap, pengetahuan dan keterampilan yang siap berkompetisi disamping berkemampuan mandiri. Sejumlah orangtua siswa yang sempat ditemui Pelita Indonesia bara-baru ini, mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik adanya program Pengembangan Diri & Ekstrakurikuler (Eskul) yang diselenggarakan disekolah tersebut. Menurutnya, kegiatan pengembangan diri dan eskul merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar dan pengembang karier serta Paskibra, Pramuka, PMR, Beladiri, Bola Voley, Bola Basket, Kragtologie, Kesenian, Remaja Mesjid, Bahasa Daerah/Asing, Keseluruhan kegiatan ini mendapat bimbingan dari konselor dan guru wali yang memiliki potensi dan kreativitas tinggi. Siswa SMKN 11 Bandung memiliki prestasi yang cukup dibanggakan di bidang eskul. Pada tahun 2001 meraih Juara I LKS Tingkat Provinsi Jawa Barat, Juara II LKS tahun 2003 Tingkat Nasional Bidang Penjualan, Juara I LKS 2005 Tingkat Provinsi Jawa Barat. Juara III Lomba WED 2006 se-Bandung Raya dan ditahun yang sama menjadi Juara I LTUB se-Kota Bandung. Seperti dipaparkannya orangtua siswa kepada PI, bahwa yang lebih menarik bagi para anak-anaknya lebih memilih bersekolah di SMK N 11 Kota Bandung. Seperti para kakak-kakaknya terdahulu adalah program pendidikannya itu sendiri mencakup lima program studi antara lain Akuntansi, Administrasi perkantoran, Marketing, Rekayasa Perangkat Lunak (TI) dan Multimedia. Melalui kependidikan di SMKN 11 Kota Bandung, para lulusannya dapat diharapkan mampu bekerja secara profesional menangani pembukuan dan administrasi keuangan yang bertanggungjawab dan mampu bekerjasama dalam tim selain mampu berwirausaha atau melanjutkan ke jenjang pendidikan ke yang lebih tinggi. Selain itu, mampu pula menggunakan mesin aplikasi bisnis dengan baik, kas register, price labelling, menggunakan komputer penataan barang-barang dagangan, pengepakan barang, pengelolaan gudang serta berwawasan kewirausahaan. Bagi yang gemar bermain di multimedia setelah mengenyam pendidikan di sekolah itu, dapat diharapkan akan menjadi operator komputer pembuatan multimedia, video klip, penyuting video dan pembuatan animasi di instansi perusahaan maupun swasta ataupun berwirausaha. Sebagian besar masyarakat menginginkan anaknya dapat bersekolah di SMKN 11. Sangat dimungkinkan nanti, pada penerimaan murid baru tahun pelajaran 2008/2009 akan membludak. Untuk mengantisipasi hal itu para orangtua murid berharap agar di sekolah tersebut ditambah RKBnya (Ruang Kelas Baru). Kepala SMKN 11 Kota Bandung, Dra Epi Sufiah, dalam keterangannya kepada PI hanya membenarkan apa yang dikatakan para ortum terutama tentang riwayat singkat dan program yang dilaksanakan di sekolahnya. Mengenahi permohonan penerimaan RKB hanya disambut dengan senyum-senyum saja. Ditambahnya, kurikulum yang dipergunakan di SMKN 11 Kota Bandung adalah kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang memiliki keunggulan sesuai dengan kondisi sekolah dan kebutuhan/industri. Program kurikulum untuk masing-masing program keahlian terdiri dari: normatif, adaptif, muatan lokal, produktif bursa kerja khusus dan pengembangan diri & ekstrakurikuler. Mata pelajaran yang diajarkan diantaranya Pendidikan Agama Islam, PKN, Bahasa Indonesia, Penjaskes, Kreasi Seni dan Budaya, Matematika, Bahasa Inggris, KKPI/Komputer, IPA, IPS dan Ekonomi, Kewirausahaan, Bahasa Sunda serta Bahasa Mandarin. Sedangkan Kompetensi yang kini dimiliki SMKN 11 Kota Bandung dari masing-masing Produktif program adalah sebanyak 98 kompetensi meliputi 27 Kompetensi dari program keahlian Akuntansi; 18 Kompetensi dari keahlian Administrasi Perkantoran; 11 Kompetensi dari program keahlian Penjualan (Marketing/Pemasaran); 21 Kompetensi dari program Rekayasa perangkat lunak (TI) dan 21 Kompetensi dari program keahlian Multimedia(II). Berkaitan dengan BKK(Bursa Kerja Khusus), Epi Sufiah menyebutkan bahwa pihaknya menyalurkan siswa lulusan untuk bekerja baik di daerah Bandung, Jabodetabek maupun Batam.”Melayani perusahaan industri maupun instansi pemerintahaan atas kebutuhan tenaga kerja. Sampai saat ini jumlah perusahaan pemohon tenaga kerja telah menembus jumlah d iatas 60,” Epi Sufiah yang lebih di kenal sebagai kepala sekolah familiar. Menutup pembicaraan dengan PI, Epi Sufiah menyebutkan, SMKN 11 Bandung memiliki visi dan misi berakronim SB3 dan SMK singkatan dari : Menjadi SMK Berwawasan Internasinal, Berbasis teknologi informasi dalam pengertian: Indikator keberhasilannya adalah sekolah sebagai lembaga pendidikan berhasil meraih profil sekolah bertaraf internasinal. Menjungjung tinggi jatidiri Bangsa Indonesia dan keunikan Budaya Jawa Barat. Mampu dan proaktif dalam menjawab tantangan jaman yang selalu berubah melalui keunggulan kompetitif di bidang kompetensi ICT dan entrepreuneur. Misinya adalah : Siap memberikaan layanan pendidikan yang berkualitas tinggi mewujudkan proses pembelajar bagi peserta didik dengan memberi keteladanan, motivasi, mengilhami, memberdayakan dan membudayakan. Komitmen tinggi dan kreatif untuk cerdas, mandiri dan kompetitif dengan kebutuhan masyarakat lokal dan global. (Huwa) |