- SMK Taruna Ganesha Kunjungi Panti Asuhan
- Yususf Bahtiar Hadiri Peresmian SSB Putra Sela Awi Garut
- Disdik Garut Serahkan Surat Ijin SSB Putra Sela Awi Ke Yayasan Sekeseler Arjasari Bandung
- Stock Beras Perum Bulog Jabar 9 Bulan Kedepan Aman
- SSB Sela Awi Garut Harapkan Kedatangan Ketua PSSI Kabupaten Garut
- PT Jamsostek Her Registrasi Data Tenaga Kerja
- Outlet Terbaru Daihatsu Hadir Di Kawasan Bandung Selatan
- Pasar Tradisionil Hegarmanah Sumedang Diduga Bermasalah
- Purwacaraka Bantu SDN Rancabolang Alat Musik
- GIBAS Demo Damai Ke BPN Kota Bandung
- Ketua Umum IVOBA Kota Bandung Drs.H.Wawan Dewanta.M.Pd Tutup Banjasari Cup V 2010
- SDN Dampit Juara I Banjarsari Cup Volly Ball Mini Ke V 2010
- Keluarga Besar Disdik Bandung Bangun Masjid Dengan Biaya Non Anggaran Pemerintah
- Kota Bekasi Komitmen Sebagai Kota Pengamalan Pancasila
- PERBAMIDA Dan BPKP Jabar Sosialasasi MoU
Nasional
Garut, PI- Pada peresmian Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Sela Awi di Lapangan Gabus Kecamatan Sela Awi Kabupaten Garut pada tanggal 1 Agustus 2010 lalu, di hadiri oleh mantan pemain Persib,H.Yususf Bahtiar, M.Pd.
Dalam sambutannya, Yususf Bahtiar menyampaikan kepada para siswa SSB yang hadir, agar mau belajar dan bekerja keras agar kelak bisa menjadi pemain sepak bola yang mempunyai ketrampilan bagus,” sambutnya.
Yusuf Bahtiar menambahkan, sekarang ini industri sepak bola membutuhkan pemain sepak bola yang baik. Kalau di Persib pemain yang berkualitas seperti Eka Ramdhani sekali teken kontrak bisa mencapai 600 juta, artinya kalau kalian mau belajar, berkerja keras dan berlatih dengan baik pasti bisa seperti Eka Ramdhani,”ungkapnya.
Kehidupan menjadi pemain sepak bola, jika mempunyai kualitas kehidupan kita juga bisa meningkat dan lebih baik, kata kuncinya kalian harus belajar dan berlatih dengan keras dan displin,” imbaunya. Sebenarnya SDM pemain Persib banyak berasal dari putra daerah seperti saya kan dari Ciparay, Zaenal Arif dari Garut dan Atep dari Cianjur,”tuturnya.
Oleh karena itu, saya berterima kasih kepada panitia yang telah mengundang saya ke peresmian SSB Putra Sela Awi ini. Sekolah sepak bola sela awi ini merupakan aset jawa barat untuk menghasilkan SDM pemain sepak bola, maka dari itu harus didukung, “ tukasnya.
Bandung, PI- Kementerian Pekerjaan Umum & JICA, tanggal 10 Maret 2010 bertempat di Hotel Jayakarta,Dago Bandung selenggarakan Workshop Nasional tentang Pengembangan Kapasitas Penyelenggaraan Administrasi Bangunan Gedung di Daerah Rawan Gempa di Indonesia.
Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Dirjen PU Cipta Karya,Ir.Budi Yuwono,Dipl,SE, Gubernur Jabar, Kepala Dinas Tarkim,Ir.Yerry Yanuar, JICA Repesentative,Mr.Tomiya Kiichi, Kepala BNPB Provinsi Sumbar dan Sekda Kab.Padang Pariaman,H.Yuen Karnova,SE, Team JICA dan para Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten/Kota se- Jawa Barat.
Dirjen PU Cipta Karya Ir.Budi Yuwono,Dipl,SE saat diwawancara Pelita Indonesia.com mengatakan bahwa untuk mencapai daya guna pelaksanaan dan percepatan program rehabilitasi dan rekontruksi pasca gempa bumi di Indonesia, perlu ditangani secara komprenshif (menyeluruh)dengan melibatkan seluruh potensi yang ada dimasyarakat maupun di pemerintahan kabupaten/kota,”ungkapnya.
Selain itu, Dirjen mengatakan agar upaya pencapaian target pelaksanaan rehabilitasi dan rekontruksi rumah pasca gempa bumi di Indonesia, tercapai sasarannya yakni rumah tinggal dengan kontruksi yang lebih aman sebagai tempat hunian, maka pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) perlu di tetapkan pedoman pelaksanaannya.
Oleh karena itu Dirjen berharap, para ahli-ahli profesi di bidangnya masing-masing agar merapatkan barisan pada aspek pengaturan, pengawasan dan pengamanan. Sebab kita tahu masih banyak peraturan daerah tentang bangunan gedung yang belum menetapkan persyaratan secara teknis seperti yang diamanatkan UU No 28 Tahun 2002.
Maka dari itu kata Dirjen, pembinaan, sosialisasi peraturan perundang-undangan harus di laksanakan dengan baik, sehingga masyarakat mengetahui dan IMB adalah sebuah sistem untuk tertib bangunan,bukan semata-mata hanya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah PAD,”tandasnya.
Tahapan pembinaan ini secara teknis harus ada pendampingan, pengawasan teknis dari pemerintah pusat, provinsi juga masyarakat. Pengawasan teknis harus dilakukan secara berjenjang dalam hal rumah sederhana. Dengan sistem pengawasan berjenjang ini kita berharap berbagai kelemahan yang terjadi selama ini dapat dibenahi,”ungkapnya.(Dadan.N/Muller).
Artikel Lain...
- Kompetensi Peserta Lomba Diharapkan Meningkat
- Dari Kompetisi Instruktur Nasional Bandung 2009. Provinsi Papua Barat Kekurangan Instruktur
- Puluhan Juta Penganggur Yang Harus Diatasi
- Pemakaian BBM bersubsidi tahun 2009 dapat melebihi kuota
- SBY jadwalkan pelantikan menteri hari ini
- Perayaan Hari Perdamaian Dunia 25 November
- Unjuk Rasa Pro KPK "Facebookers" Mulai Digelar
- IJTI Gandeng Jurnalis TPI
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Terpopuler
- LPMP Jabar Diduga Sarang Koruptor
- Dinkes Garut Diduga Rugikan Negara 2,7 Miliar
- Tahun Ajaran 2010/2011 SMK N 6 Bandung Siap Tampung 656 Siswa Baru
- Gerakan Massa Dukung KPK Berpotensi Gulingkan Presiden
- Jaksa Agung Akui Ada "Markus" di Kantornya
- Tim Delapan Pegang Fakta Baru
- TUNTUTAN JAKSA DI PARTANYAKAN
- Kabag Humas PDAM Sumedang CaloTenaga Kerja
- SDN Dampit Juara I Banjarsari Cup Volly Ball Mini Ke V 2010
- PGRI Cileunyi Peringati Hari Jadi Guru Ke -64/2009