- SMK Taruna Ganesha Kunjungi Panti Asuhan
- Yususf Bahtiar Hadiri Peresmian SSB Putra Sela Awi Garut
- Disdik Garut Serahkan Surat Ijin SSB Putra Sela Awi Ke Yayasan Sekeseler Arjasari Bandung
- Stock Beras Perum Bulog Jabar 9 Bulan Kedepan Aman
- SSB Sela Awi Garut Harapkan Kedatangan Ketua PSSI Kabupaten Garut
- PT Jamsostek Her Registrasi Data Tenaga Kerja
- Outlet Terbaru Daihatsu Hadir Di Kawasan Bandung Selatan
- Pasar Tradisionil Hegarmanah Sumedang Diduga Bermasalah
- Purwacaraka Bantu SDN Rancabolang Alat Musik
- GIBAS Demo Damai Ke BPN Kota Bandung
- Ketua Umum IVOBA Kota Bandung Drs.H.Wawan Dewanta.M.Pd Tutup Banjasari Cup V 2010
- SDN Dampit Juara I Banjarsari Cup Volly Ball Mini Ke V 2010
- Keluarga Besar Disdik Bandung Bangun Masjid Dengan Biaya Non Anggaran Pemerintah
- Kota Bekasi Komitmen Sebagai Kota Pengamalan Pancasila
- PERBAMIDA Dan BPKP Jabar Sosialasasi MoU
Tim 8 Ingatkan Institusi di Bawah Presiden
Jakarta, PI - Tim Delapan atau Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atas Kasus Wakil Ketua (nonaktif) Komisi Pemberantasan Korupsi Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah mengingatkan agar institusi negara di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jangan mengambil sikap prematur terkait kasus Bibit dan Chandra sebelum Presiden sendiri mengambil sikap.
”Kalau institusi-institusi negara di bawah Presiden belum apa-apa sudah bilang ’saya akan jalan terus’, ’saya akan melanjutkan’ (kasus Bibit dan Chandra), tentu ini kurang tepat. Pimpinan saja belum mengambil sikap, kok yang di bawahnya sudah menentukan sikap? Itu logika jalur komando tidak jalan kalau begitu,” kata anggota Tim Delapan, Anies Baswedan, saat ditanya pers seusai melakukan verifikasi ulang terhadap Chandra di Gedung Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta, Jumat (13/11).
Anies juga menjelaskan pemanggilan kembali Chandra. ”Dari informasi terakhir ada kesimpulan bahwa inisiatif pelaporan kasus itu datang dari Antasari Azhar. Yang jadi pertanyaan apakah pimpinan KPK mengetahui adanya rekaman itu sebelum Antasari melakukan laporan? Dalam konteks itulah kita perlu mengecek ulang Chandra. Sebab, dari informasi yang berkembang ada kesimpangsiuran. Namun, dari pemanggilan ulang ini, informasi itu sudah bersih,” ujar Anies.
Seusai diskusi yang diadakan Dewan Perwakilan Daerah bertema ”Mengurai Wajah Aparatur Penegak Hukum”, anggota Tim Delapan, Todung Mulya Lubis, mengatakan, selain akan merekomendasikan perubahan fundamental di kepolisian, kejaksaan, dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban serta pembenahan KPK, Tim Delapan juga merekomendasikan pemberantasan makelar kasus.
”Anggodo Widjojo tidak bisa dibiarkan. Rasa keadilan kita terusik dan terinjak-injak dengan adanya Anggodo. Anggodo hanya satu dari sekian banyak markus (makelar kasus),” ujar Lubis. (Utama Brata)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Terpopuler
- LPMP Jabar Diduga Sarang Koruptor
- Dinkes Garut Diduga Rugikan Negara 2,7 Miliar
- Tahun Ajaran 2010/2011 SMK N 6 Bandung Siap Tampung 656 Siswa Baru
- Gerakan Massa Dukung KPK Berpotensi Gulingkan Presiden
- Jaksa Agung Akui Ada "Markus" di Kantornya
- Tim Delapan Pegang Fakta Baru
- TUNTUTAN JAKSA DI PARTANYAKAN
- Kabag Humas PDAM Sumedang CaloTenaga Kerja
- SDN Dampit Juara I Banjarsari Cup Volly Ball Mini Ke V 2010
- PGRI Cileunyi Peringati Hari Jadi Guru Ke -64/2009