- Izin Mendirikan Bangunan Harus Sesuai Pedoman
- Yusup Wahyudin SPd. MMPd “Kinerja Guru Belum Sepenuhnya Ditopang Kompetensi Memadai”
- TUNTUTAN JAKSA DI PARTANYAKAN
- SDN Sindangsari 3 dan 5 Antapai Kebanjiran, Butuh Perhatian.
- Untuk Mendapat SPK Di Badan Pusjatan Harus Bayar Upeti
- Titin Komariah ,MPd Kemandirian Gender Melalui Pendidikan.
- Ayi Wahyudin.SPd Kepsek SDN Padasuka Mandiri 2 Juara Pramuka Jabar
- Alvian,SH Wakil Ketua Komisi I DPRD Cimahi Kunjungi Konstituennya
- PLN APJ Cimahi Sakiti Hati Rakyat
- Pengalaman TIM Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung
- R.Purwanto,SPd Kepsek SDN Cibereum 7 Cimahi Persiapkan Anak Didik Untuk Meraih Prestasi
- Dedy Indrayana Ketua MKKS Kota Bandung , "UN Masih Diperlukan"
- SMA Negeri 4 Kota Cimah Juara Sekolah Sehat Tingkat Priangan Timur
- Kabag Humas PDAM Sumedang CaloTenaga Kerja
- Kelengkapan Buku Belajar Siswa Disekolah Sangat Penting.
Tim 8 Ingatkan Institusi di Bawah Presiden
Jakarta, PI - Tim Delapan atau Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atas Kasus Wakil Ketua (nonaktif) Komisi Pemberantasan Korupsi Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah mengingatkan agar institusi negara di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jangan mengambil sikap prematur terkait kasus Bibit dan Chandra sebelum Presiden sendiri mengambil sikap.
”Kalau institusi-institusi negara di bawah Presiden belum apa-apa sudah bilang ’saya akan jalan terus’, ’saya akan melanjutkan’ (kasus Bibit dan Chandra), tentu ini kurang tepat. Pimpinan saja belum mengambil sikap, kok yang di bawahnya sudah menentukan sikap? Itu logika jalur komando tidak jalan kalau begitu,” kata anggota Tim Delapan, Anies Baswedan, saat ditanya pers seusai melakukan verifikasi ulang terhadap Chandra di Gedung Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta, Jumat (13/11).
Anies juga menjelaskan pemanggilan kembali Chandra. ”Dari informasi terakhir ada kesimpulan bahwa inisiatif pelaporan kasus itu datang dari Antasari Azhar. Yang jadi pertanyaan apakah pimpinan KPK mengetahui adanya rekaman itu sebelum Antasari melakukan laporan? Dalam konteks itulah kita perlu mengecek ulang Chandra. Sebab, dari informasi yang berkembang ada kesimpangsiuran. Namun, dari pemanggilan ulang ini, informasi itu sudah bersih,” ujar Anies.
Seusai diskusi yang diadakan Dewan Perwakilan Daerah bertema ”Mengurai Wajah Aparatur Penegak Hukum”, anggota Tim Delapan, Todung Mulya Lubis, mengatakan, selain akan merekomendasikan perubahan fundamental di kepolisian, kejaksaan, dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban serta pembenahan KPK, Tim Delapan juga merekomendasikan pemberantasan makelar kasus.
”Anggodo Widjojo tidak bisa dibiarkan. Rasa keadilan kita terusik dan terinjak-injak dengan adanya Anggodo. Anggodo hanya satu dari sekian banyak markus (makelar kasus),” ujar Lubis. (Utama Brata)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Terpopuler
- LPMP Jabar Diduga Sarang Koruptor
- Dinkes Garut Diduga Rugikan Negara 2,7 Miliar
- Kabag Humas PDAM Sumedang CaloTenaga Kerja
- Gerakan Massa Dukung KPK Berpotensi Gulingkan Presiden
- PGRI Cileunyi Peringati Hari Jadi Guru Ke -64/2009
- Jaksa Agung Akui Ada "Markus" di Kantornya
- Tim Delapan Pegang Fakta Baru
- Titin Komariah ,MPd Kemandirian Gender Melalui Pendidikan.
- Untuk Mendapat SPK Di Badan Pusjatan Harus Bayar Upeti
- Alvian,SH Wakil Ketua Komisi I DPRD Cimahi Kunjungi Konstituennya